31 Januari 2023

10 Tips Bersepeda Jarak Jauh

4 min read
  1. Lakukan pemanasan dan peregangan terlebih dahulu! Luangkan waktu setidaknya 10 menit untuk melakukan pemanasan sebelum sesi bersepeda jarak jauh. Cobalah peregangan dinamis seperti star jump (jumping jack), joging di tempat, dan burpee. Pastikan Anda melakukan peregangan kaki untuk mengurangi risiko kram. Berikan perhatian khusus untuk paha.
  2. Aturlah kecepatan Anda. Mulailah bersepeda dengan kecepatan yang nyaman untuk Anda, dan cobalah untuk mempertahankan kecepatan ini sebaik mungkin. Gunakan gigi rendah sehingga energi Anda tidak terkuras. Usahakan untuk mempertahanan kecepatan sekitar 90 rpm (putaran per menit) dengan gigi rendah sehingga tidak membebani otot dan paru-paru.
  3. Jangan memaksakan diri terlalu keras, terutama jika Anda akan bersepeda selama beberapa hari berturut-turut. Jika Anda bersepeda dengan partner yang melaju sedikit lebih cepat, cobalah untuk menahan diri untuk tidak menyusulnya. Sebaliknya, jangan bersepeda dengan gigi yang terlalu rendah. Jika Anda mengayuh tanpa mengeluarkan tenaga, kaki akan terasa lelah secara sia-sia. Carilah keseimbangan yang sesuai untuk Anda.
  4. Pindahkan gigi. Jika menemui tanjakan, pindahkan gigi ke gigi yang lebih rendah sehingga Anda bisa mencapai puncak dengan lebih mudah. Pindahlah ke gigi yang lebih tinggi saat menuruni tanjakan untuk menciptakan sedikit gesekan antara ban dan jalanan. Sepanjang perjalanan, sadarilah seberapa keras Anda mengerahkan tenaga. Jika Anda harus mengerahkan banyak tenaga untuk mengayuh sepeda, gantilah ke gigi yang lebih rendah untuk menghemat energi.
  5. Beristirahatlah secara teratur. Bahkan jika Anda merasa kuat, berhentilah setiap 10-20 mil (16-32 km) untuk memberi kesempatan istirahat kepada tubuh dan memastikan semua berjalan lancar. Kembalikan cairan yang hilang dengan minum air, dan tingkatkan energi dengan mengonsumsi camilan cepat. Lakukan peregangan agar otot tidak tegang. Teruslah meluangkan waktu untuk beristirahat sampai Anda tiba di tujuan. 
  6. Teruslah mengonsumsi air dan elektrolit setidaknya beberapa jam setelah Anda selesai bersepeda hari itu. Jika Anda akan melanjutkan perjalanan di pagi hari, luangkan beberapa menit untuk memeriksa peta, peralatan, dan tujuan untuk besok. Minumlah setidaknya 2-4 liter air per hari untuk menggantikan semua cairan yang hilang. Jangan menunggu sampai Anda merasa haus untuk menghidrasi tubuh kembali! Jangan lupa melengkapinya dengan elektrolit.
  7. Bawalah tuas ban, perlengkapan untuk menambal ban, ban dalam cadangan, dan pompa. Bersiaplah untuk menghadapi ban bocor sewaktu-waktu. Pastikan ban memiliki tekanan udara yang tepat. Tekanan udara yang terlalu rendah akan memperlambat Anda, dan terlalu tinggi akan membuat sepeda tidak nyaman dikendarai. Pertimbangkan untuk menggunakan pedal tanpa klip atau klip kaki untuk memaksimalkan efisiensi mengayuh.
  8. Lakukan tune up sepeda sebelum perjalanan panjang. Toko sepeda lokal bisa membantu memeriksa sepeda untuk memastikan keamanannya.
  9. Pastikan Anda memiliki nomor kontak untuk keadaan darurat di ponsel. Jika Anda mengalami kecelakaan, inilah nomor yang pertama kali akan dihubungi oleh paramedis/polisi.
  10. Gunakan sepeda paling ringan yang mampu Anda beli. Pertimbangkan untuk bersepeda dengan teman yang dapat menyamai kecepatan Anda. Melakukan perjalanan bersepeda jarak jauh dengan teman dekat atau pasangan akan memberikan kepuasan yang sangat besar bagi Anda, dan dia dapat membantu Anda merasa bertanggung jawab. Mungkin yang lebih penting adalah dengan bersepeda bersama seseorang Anda akan mendapatkan penanganan segera jika terjadi keadaan darurat.
BACA  10 Tips dan Cara Mengerem Sepeda Yang Benar

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.